Aplikasi Kitosan (Chitosan), Buah Anggur Tahan Pecah Musim Hujan

Kira-kira sepekan lalu, saya joged-joged di pekarangan.
Kegirangan.
Bukan tanpa alasan, bukan pula kesurupan.
Saya yakin nggak ada yang liat


Saya menemukan Harold bersemu kekuningan, mulus, dan utuh.


Matanggggg....
Takkkk pecahhhhhh....
Pohon full sun full rain, tanpa naungan.
Rasa manis, juicy tapi tidak terlalu lembek, dan aroma muscat masih keluar.

You know Harold...
Beliau gampang sekali crack. Apalagi musim penghujan. Serangan fungi dan pohon yang minum air berlebihan hampir setiap saat.

Saya langsung curiga dengan Chitosan.

Mengingat buah-buah pada musim hujan yang lalu (ini buah ke-3 di musim hujan) tak ada yang selamat. Boro-boro sampai matang, untuk melewati full fruitset saja berat. Sudah kepalang pecah dan ambyar. Nutrisi sama dengan yang lalu, hanya beda pada rutinitas pemberian fungisida dan pemakaian chitosan. Tapi, fungisida sendiri tidak terlalu membantu untuk kondisi pohon yang minum air terlalu banyak.

Mengingat pula sebelumnya, saya sudah melakukan percobaan mengawetkan buah pasca petik menggunakan chitosan, dan hasilnya memuaskan. Buah tahan 1 bulan pada penyimpanan ruangan.

Sebelumnya kurang yakin atas kecurigaan saya dengan efek chitosan. Pemahaman saya nggak sampai ke situ, apalagi untuk menganalisa. Saya konfirmasi ke Mas Hery, sumber saya dapat chitosan, untuk mendapatkan dalilnya. Pun, beliau tak berani langsung menyimpulkan, karena konon, ini berita baru. Perlu dianalisa dulu proses biokimianya. Besoknya, baru beliau memberi keterangan.

Keterangannya kurang lebih seperti ini.
Chitosan, ternyata meningkatkan permeabilitas membran sel, sehingga lebih tahan dengan asupan cairan berlebih. Pada buah, mereka lebih tahan pecah, karena sel lebih lentur.
Sebelumnya, penggunaan/klaim chitosan, pada penyebarannya adalah sebagai imunomodulator (stimulan sistem kekebalan) tanaman. Dan juga sebagai anti patogen.
Sebagai tambahan, Chitosan juga meningkatkan sintesis flavonoid.

Mengenai detail keterangan di atas, temen-temen bisa cari sendiri definisinya di internet. Saya nggak berani menjelaskan lebih, takut salah.

Yang pasti, buat saya, ini sangat menggemberikan. Tak tahan menungu musim hujan tahun depan, untuk mengumpulkan bukti-bukti percobaan lebih banyak.
Dan postingan ini adalah untuk berbagi kebahagiaan. Bukan jualan ya...
Kalau butuh chitosan, hubungi saja Mas Hery, akunnya sudah saya tag. Siapa tahu temen-temen tertarik juga untuk mencoba.

Karena ini barang lumayan bekerja dengan baik di tempat saya, termasuk meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan jamur.

Grape is fun...
Be happy, dont be crazy!!!

NB:
Tolong jangan samakan chitosan dengan fermentasi udang. Karena nggak segampang itu merubah kitin menjadi kitosan. Kecuali jika bakteri yang digunakan adalah penghasil kitinase.
CMIIW

Bayu G Murti
Banjarnegara
Rajab 1442

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Grafting Anggur "On Cutting", Bagian III: Alat dan Piranti

Catatan Grafting Anggur "On Cutting", Bagian I: Media, Wadah dan Tempat Semai

Catatan Grafting Anggur "On Cutting", Bagian II: Cutting Rootstock dan Entress/Scion